Selasa, 08 Februari 2011

BENCANA ALAM-GURUKU

Lingkungan sebagai tempat belajar

Bencana Alam merupakan keadaan alamiah yakni terjadinya perubahan kondisi alam yang dapat diprediksi maupun tidak dapat diprediksi. Indonesia adalah Negara yang sering mengalami bencana alam.  Kondisi ini disadari betul oleh masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia menempati rangking kedua, Negara rentan bencana setelah Bangladesh. Penelitian ini dilakukan oleh Maplecroft, sebuah Firma Konsultan Resiko Global, yang belum lama ini merilis Indeks Resiko Bencana Alam. Menurut Dr. Anna Moss, analisis lingkungan dari Maplecroft, “Kemiskinan adalah faktor yang menentukan di Negara yang memiliki frekuensi dan dampak bencana tinggi”.
Bencana yang akhir-akhir ini melanda bangsa Indonesia barang kali adalah hipotesa mengenai ketidakmampuan kita (pemerintah) memberantas setan mungil bertanduk dua bernama kemiskinan. Bencana dan kemiskinan memang menjadi sosok menakutkan dan salah satu penghambat proses pembangunan nasional.
Bencana alam yang melanda daerah di Indonesia meninggalkan jejak sejarah dan pelajaran yang penting. Walaupun tak ayal bencana alam juga meninggalkan kesedihan bagi para korbannya. Oleh karena itu sikap traumatik akibat dari dampak psikologis secara tidak langsung membentuk pola hidup ataupun pola pikir masyarakat yang tertimpa bencana itu sendiri. Semakin sering terjadi bencana maka semakin pandailah masyarakat untuk mewaspadainya. Ciri-ciri yang sering muncul dan mudah diamati dapat di pelajari sebagai bahan pengetahuan dalam mencari solusi sekalipun keadaan ini kadang masih bercampur dengan tradisi, mitos dan kepercayaan.
Misalnya saja bencana alam, gunung meletus di Yogyakarta 26 Oktober 2010, kepercayaan  terhadap Sultan Hamengkubuwono 10 sebagai kepala pemerintahan daerah dan tokoh spiritual mampu mengkondisikan masyarakatnya untuk tetap merasa aman,  yakni ketika di wawancarai salah satu televisi swasta terkemuka Indonesia, beliau mengatakan, “Kondisi kota Yogyakarta aman, jadi jangan sungkan untuk datang ke kota ini. Gunung merapi tidak akan meledak, tetapi hanya mengeluarkan eruption dan radius eruption tersebut tidak mencapai lebih dari jarak 10 km”. hal tersebut menjadikan warga Yogyakarta merasa aman dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa. Sama halnya dengan Juru Kunci gunung merapi Alm. Mbah Marijan yang merupakan sosok penjaga gunung merapi yang dipercaya mampu menerjemahkan arti dari setiap aktifitas gunung merapi.
dengan banyaknya bencana yang sering dialami, membuat hampir seluruh masyarakat telah memiliki pengetahuan umum tentang hal yang harus diperbuat apabila terjadi bencana. Misalnya: berlindung ke kolong meja saat terjadi gempa bumi atau berlari ketempat yang lebih tinggi saat tsunami.Hal ini semetinya menjadi titik tolak dalam menyikapi sesuatu, pola yang timbul dari bencana alam tersebut merupakan bukti ilmiah sumber pengetahuan, infomasi yang perlu dipelajari, digali . tindakan seperti itu dikategorikan sebagai tindakan reaktif, yang dirasa belum cukup untuk Negara yang rawan bencana seperti Indonesia. Di Jepang, salah satu negara rawan bencana di dunia, disaster awareness mencakup pemberian pengetahuan kepada masyarakat untuk tidak sekedar melakukan tindakan reaktif, tetapi yang lebih penting adalah melakukan tindakan antisipatif yang terkoordinir pada saat terjadinya bencana. Pengetahuan praktis semacam ini yang sangat diperlukan disamping ada pula pembenahan yang seharusnya dilakukan pemerintah yakni manajemen bencana dan sistem

Minggu, 05 Desember 2010

Adalah Cinta

Cinta adalah segelintir rasa yang hadir dalam puing" hati
Cinta adalah seberkas kata yang tiada terlukis oleh kata tapi tak terbias oleh suatu penyesuaian sikap
Cinta kadang hadirkan pahit namun tetap manis bila tercipta dengan keikhlasan dan berorientasi pada Sang Kholiq
Cinta bawa damai kadang sekam ketika rasa menggugah rindu redam
Cinta adalah anugerah Sang Ilahi yang tiada tara
Motif dalam cinta adalah seberkas nafsu
jadi.....
jangan bingkai cinta dengan nafsu karena takkan berlangsung lama

(Crearted by  : Luki Kartika Sari)

Jumat, 03 Desember 2010

Pendidikan Macam Apa itu ?

Melihat dengan mata kepala sendiri, seorang ayah yang memiliki anak gadis yang duduk di bangku sekolah menengah pertama tahun ketiga, datang kerumah salah satu kerabat dekatnya. Ba'da maghrib ia datang, dengan langkah yang tertatih, sorot mata yang mulai meredup, rambut yang kian memutih, menandakan umurnya yang sudah tak muda lagi. Memang rasanya tidak biasa ia bertamu pada waktu maghrib kala itu. Tuan rumah pun menyambut dengan senang hati. Perbincangan pun di lakukan hingga pada satu titk sang ayah mengungkapkan maksud dan tujuannya bertamu. Akhirnya diketahulah bahwa sang ayah berniat meminjam (red:hutang) uang sebesar Rp. 200.000 untuk melunasi SPP bulanan sang anak yang sejak bulan lalu belum bisa dibayarkan. ia bercerita dengan sedikit rasa marah, sedih dan malu. Bahwa anak gadisnya yang pada saat itu sedang menjalani Ujian Sementer Ganjil tiba-tiba secara mendadak harus dipulangkan oleh pihak sekolah karena diketahui ia belum melunasi SPP sekian bulan.

Bagaimana perasaan anda apabila kondisi ini terjadi pada anak anda sendiri atau adik kesayangan anda atau bahkan anda sendiri pernah mengalaminya.

berangkat dari kasus diatas maka timbul beberapa pertanyaan. Apakah seperti itu tata sekolah yang baik? seperti apa sekolah memposisikan siswa-siswa mereka? apakah harus siswa yang menjadi korban? dimana peran pemerintah?


Masalah pendidikan adalah pekerjaan rumah bangsa Indonesia yang masih belum rampung dan menjadi agenda besar. Salah satu masalah klasik yang membelit disamping masalah ekonomi, politik, pertahanan keamanan, dll.

lanjut...

Rabu, 01 Desember 2010

tak layak

Tak layak aku disebut guru
Binal bahasa dan tingkah laku
Jenuh kadang termangu
Apa yang sudah didapat anak muridku?

Tak layak aku disebut kakak
Adik menangis aku tertawa
Selalu berprestasi menoreh luka dan duka
Hingga menjadi malapetaka, bala bencana

Tak layak aku disebut anak
Bibit gagal cenderung rusak
Balas budi sorak berteriak
akankah durhaka kelak

Tak layak aku disebut manusia
Jiwa kosong tak berusia
Mahluk Tuhan tidak mulia
Asal perut kenyang hidup bahagia